cPanel Web hosting murah Indonesia Rp.16rb per bulan

6 Cara mengubah Memory Limit PHP pada server Apache

Cara mengubah Memory Limit PHP pada server Apache

Tutorial ini menjelaskan bagaimana cara mengubah Memory Limit PHP pada web server Apache yang bertujuan untuk mempercepat web server memproses script PHP dan akan berdampak pada percepatan loading script web yang akan di execute.

Memory limit adalah Alokasi memory server (RAM) untuk menghandle service web server Apache pada sebuah server yang mempengaruhi kecepatan loading website.

Cara mengubah PHP Memory Limit pada web server Apache

Secara default memory limit pada server Apache adalah 8Mb, cara mengubahnya adalah:

1. SSH Login ke server menggunakan user root

Login SSH ke server bisa menggunakan PuTTy atau sejenisnya, pastikan kamu memiliki akses setara root.

2. Edit file /etc/php.ini atau /usr/lib/php.ini

Ketik command line menggunakan editor favorite kamu seperti ini:

root@e-padi.com [~]# pico /etc/php.ini
root@e-padi.com [~]# vi /etc/php.ini
root@e-padi.com [~]# nano /etc/php.ini
root@e-padi.com [~]# ee /etc/php.ini

Untuk memastikan lokasi php.ini server Anda, bisa menggunakan phpinfo.php. Caranya biat sebuah file dan masukkan code berikut ini pada file tersebut:

<?php phpinfo(); ?>

Simpan file dengan nama phpinfo.php kedalam directory data web, misalnya simpan kedalam folder /www/data/html/phpinfo.php

Akses file yang baru disimpan, lokasi file php.ini akan ditampilkan pada baris dibawah ini:

Loaded Configuration File /opt/cpanel/ea-php74/root/etc/php.ini

3. Cari baris text memory_limit = 8M

Jika menggunakan Editor nano, tekan CTRL + W, kemudian ketik memory_limit.

memory_limit = 8M ; Maximum amount of memory a script may consume (8MB).

Silahkan di edit sesuai kebutuhan, Saran saya edit PHP memory_limit berdasarkan jumlah RAM yang ada pada server dengan perhitungan seperti dibawah ini:
RAM | Memory Limit
RAM 1Gb = 32M
RAM 2Gb = 128M
RAM 3Gb = 256M
RAM 4Gb = 512M
RAM 5Gb = 1024M
dst…

Perlu di ingat bahwa, penulisan memory limit bukan menggunakan MB, tapi menggunakan M, seperti 32M, bukan 32MB.

4. Save file yang sudah di edit

Menyimpan file yang sudah kamu edit di Linux tergantung editor yang kamu pakai untuk meng edit file config.

Misalnya jika kamu menggunakan command # vi

Maka cara menyimpan file adalah dengan cara tekan tombol ESC + :, kemudian ketik wq! + Enter.

Jika kamu edit menggunakan command # nano , maka menyimpan file dengan menekan tombol CTRL + x kemudian tekan Enter dua kali.

5. Restart apache

Setelah selesai konfigurasi file php.ini, kamu harus melakukan restart web server Apache, cara paling mudah adalah dengan command dibawah ini:

root@e-padi.com [~]# /etc/init.d/httpd restart
atau
root@e-padi.com [~]# service httpd restart

Pastikan web server yang terinstall di server kamu adalah Apache.

6. Mengubah memory limit PHP sudah selesai.

Silahkan coba refresh website kamu, dan lihat perbedaan loading website dari sebelumnya dan setelah mengubah memory limit php.

Baca juga Spesifikasi Kebutuhan Hosting untuk Mempercepat Website

Selamat mencoba 🙂

Thanks

Note: Silahkan disebarluaskan dengan tujuan belajar. Saya sangat berterima kasih jika Anda berkenan mencantumkan Linkback / pingback ke website saya sebagai ucapan terima kasih atas karya sederhana cara mengubah memory limit PHP pada server Apache ini.

Yuk Share, biar kamu makin exist!
About author
Hosting Murah

e-Padi.com adalah badan usaha resmi bernama cv.e-Padi Corporation, dibentuk pada September 2005 yang fokus pada bidang layanan Hosting Murah, Domain Name, VPS, Dedicated Server, co-location, managed server, web development, dan application development. e-Padi.com terus berinovasi dan berkembang dalam bidang jasa dan produk yang di tawarkan.

Comments (2)

  1. Profile Picture For Hosting Murah

    matth

    Says Jul 28, 2011 at 1:54 pm

    udah saya coba bos..
    myaccount$ [/home/myaccount/]# /etc/init.d/httpd restart
    tapi kok tulisanya kaya gini..
    “-bash: service httpd restart: command not found”

    • Profile Picture For Hosting Murah

      Hosting Murah

      Says Jul 28, 2011 at 3:10 pm

      kalo gak mau gitu, coba pake command:
      $ service httpd restart

      pastikan webserver nya pake Apache

Leave your comment