cPanel Web hosting murah Indonesia mulai Rp.20000 per tahun

Server Help

Ganti default text editor vi ke nano di CentOS

Ganti default text editor vi ke nano di OS Linux CentOS

Artikel ini menjelaskan cara ganti default text editor vi ke nano di CentOS pada system operasi linux distro CentOS. Default Text Editor untuk system operasi Linux CentOS adalah vi.

Untuk sebagian admin server, Vi mungkin salah satu text editor yang hebat tetapi sebagian sysadmin mungkin akan berbeda berpendapat tentang hal ini. Pada artikel sebelumnya kami telah menulis Cara ganti logo AfterLogic Webmail Lite.

Untuk menggunakan nano sebagai text editor default, Anda harus meng-edit bash profile akun user dan menambahkan baris export VISUAL yang akan dijelaskan dibawah ini.

Langkah-langkah cara ganti default text editor vi ke nano di OS Linux

1. Install nano editor
[root@epadi44 ~]# yum nano install -y

2. Buka file bash profile dengan editor vi
[root@epadi44 ~]# vi ~/.bash_profile
Tekan “i” untuk memulai editor

3. Tambahkan baris berikut ini:
export VISUAL=nano;

Keluar dari editor dan simpan file tersebut.

4. Apply bash profile baru dengan cara berikut ini:
[root@epadi44 ~]# source ~/.bash_profile

5. Text Editor nano sudah dapat digunakan, test edit salah satu file menggunakan editor nano dengan cara berikut:
[root@epadi44 ~]# nano /home/epadicom/public_html/file-hosting-murah.php

Tips tambahan:
Simpan file pada editor nano : tekan CTRL + X -> tekan huruf “y” -> tulis nama file -> “Enter”
Cari text dalam file editor nano : tekan CTRL + W -> ketik kata yang dicari -> “Enter”

Demikian tutorial singkat cara ganti default text editor vi ke nano di CentOS, semoga bermanfaat dan Selamat mencoba.

Webmail roundcube mail client SMTP Error (-1): Connection to server failed.

Webmail roundcube mail client SMTP Error (-1)

Webmail roundcube mail client SMTP Error (-1): Connection to server failed.
Kirim email menggunakan Roundcube webmail dari bawaan cPanel gagal dengan pesan error sebagai berikut:
An error occurred!
SMTP Error (-1): Connection to server failed.

Penyebabnya adalah firewall CSF memblokir email keluar meskipun dikirim dari local.
Anda harus mengubah setting SMTP allow local pada CSF supaya fungsi mengirim email melalui webmail dapat berjalan normal, caranya:
1. Login ke WHM
2. Masuk ke menu Home >> Plugins >> ConfigServer Security & Firewall
3. Tekan tombol Firewall Configuration
4. Cari text SMTP_ALLOWLOCAL dan ganti setting ke ON
5. Tekan tombol Change
6. Restart csf&lfd

Selesai

Jika masih mengalami kesulitan atau masih mendapatkan masalah dengan Webmail roundcube mail client SMTP Error (-1), silahkan menghubungi kami di Contact Us

Solusi Nginx Error 400 Bad Request - Request Header Or Cookie Too Large

Solusi Nginx Error 400 Bad Request – Request Header Or Cookie Too Large

Artikel ini bertujuan untuk memberikan solusi nginx error 400 Bad Request pada web page yang sering ditanyakan oleh client yang menyewa dedicated server atau vps pada kami.

Solusi Nginx Error 400 Bad Request - Request Header Or Cookie Too Large

Pengertian Error 400 Bad Request – Request Header or Cookie Too Large

Beberapa menyangka bahwa Error 400 Bad Request – Request Header Or Cookie Too Large adalah berasal dari browser yang digunakan, tapi sebenarnya ini bukanlah bentuk sebuah error message atau kegagalan pada server side atau client side, tapi karena adanya pembatasan client header buffer pada configurasi nginx.conf.

Error 400 bad request ini biasa terjadi jika kamu baru saya selesai melakukan setup nginx menggunakan configurasi default / bawaan dari nginx.

Nginx Error 400 Bad Request

Jika anda menggunakan layanan VPS atau Dedicated Server, anda dapat mengatur sendiri nilai client header buffers pada server yang anda kelola. Perubahan setting ini tidak dapat dilakukan pada shared hosting.

Untuk pelanggan yang menyewa layanan shared hosting, sebaiknya kamu persiapkan untuk upgrade paket hosting atau upgrade ke layanan VPS, supaya penggunaan resource server lebih maximal untuk website penting kamu.

Masalah Nginx Error 400 Bad Request biasanya hanya terjadi sesekali pada saat anda menjalankan script tertentu, tapi jika sering terjadi maka sudah saatnya anda menaikkan limit header buffers pada nginx.conf supaya masalah ini tidak terjadi lagi kedepan.

Cara Memperbaiki Server yang Error 400 Bad Request

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menaikkan limit client buffer pada configurasi nginx. Cara menaikkan limit large_client_header_buffers di nginx.conf supaya Nginx Error 400 Bad Request hilang pada saat anda menjalankan script website.
root@epadi99 [~]# nano /etc/nginx/nginx.conf

Cari baris:

server {
...
large_client_header_buffers 4 16k;
...
}

Ganti angka 4 menjadi lebih besar, misal 8, 16, 32, dst. Misalnya:

server {
...
large_client_header_buffers 8 16k;
...
}

Exit editor dan simpan perubahan.

Restart nginx web server:
root@epadi99 [~]# service nginx restart

Jika pesan 400 bad request header or cookie too large masih muncul pada website kamu, cobalah naikkan lagi nilai large_client_header_buffers 4 hingga pesan error tersebut hilang.

 

Namun perlu diingat bahwa menaikkan nilai large_client_header_buffers akan menurunkan kinerja vps kamu, jadi jika memang sudah mentok dan error 400 bad request masih juga muncul, bearti sudah saatnya kamu upgrade server dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

 

Jika sudah mendapatkan nilai yang tepat untuk menjalankan script anda, maka sekarang nginx error 400 bad request – request header cookie too large tidak muncul lagi pada browser anda.

Kamu dapat melihat logs nginx dengan perintah:

root@epadi99 [~]# tail -f /var/log/nginx

Selamat mencoba!

Contact Us Now!

Perlu bantuan dan pertanyaan terkait produk dan layanan kami? Team kami siap membantu Anda 24×7

Chat via WhatsApp

0811682661

Hubungi via Telp.

0811682661

Kirim Tiket Support

Contact Us